Profil Pendidikan Jawa Barat di lihat dari APK ( angka partisipasi Kasar) dan APM ( Angka Parisipasi Murni )

di tulis oleh : Andriyana ST

( Ketua KAMMI Wilayah Jawa Barat 2008-2010)

Penduduk jabar pada tahun 2007 mencapai 41.483.729 jiwa (18,16% dari total penduduk Indonesia) dengan jumlah rata-rata lama sekolah ( RLS ) penduduk jawa barat adalah 7,8 tahun (data BPS 2007) artinya rata-rata lama sekolah penduduk jawa barat baru sampai pada kelas 1 SMP.

Jawa Barat pada prosentase Angka Partisipasi Murni (APM) Sekolah Dasar (SD) sudah mencapai 96,65 % (sudah berada di atas standar nasional), namun jika melihat secara prosentase Angka Partisipasi Murni pada setiap kabupaten/kota, terdapat 8 kabupaten yang Angka Partisipasi Murni (APM) untuk SD di bawah standar nasional, seperti : (lagi…)

Tulisan bagus & menggugah dari milis tetangga, semoga bermanfaat

SEBUAH DIALOG SELEPAS MALAM

“Akh, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da’wah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh.”Begitu keluh kesah seorang mad’u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad’unya. “lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ? ” sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. ” Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang Ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, Ana mendingan sendiri saja.” Jawab mad’u itu. (lagi…)

Tukang Pijat di Antara KPK, Polisi dan Jaksa

Kasus Bank Century dan “perseteruan” KPK-Polisi-Jaksa bisa meniru skandal Watergate di Amerika tahun 1970-an, yang menumbangkan Presiden Richard Nixon

Oleh Amran Nasution*

Hidayatullah.com–Perseteruan KPK dengan Kepolisian dan Kejaksaan Agung, sebagai akibat upaya menghancurkan KPK. Komisi itu dianggap terlalu independen dan telah menjelma menjadi superbody. Tapi rakyat mendukungnya. Betulkah kasus ini akan mirip skandal Watergate? Selama berhari-hari berita televisi, radio, koran, dan situs internet, terfokus pada cerita di seputar ‘’pertempuran’’ antara pemerintah yang diwakili Mabes Polri dan Kejaksaan Agung, menghadapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang didukung masyarakat sipil (civil society), terutama masyarakat anti-korupsi dari kelas menengah perkotaan. Rakyat asyik menyaksikan siaran televisi atau melalap halaman koran, dan puncaknya terjadi ketika sidang terbuka Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Selasa, 3 November lalu, membuka rekaman percakapan telepon seluler Anggodo Widjojo, pengusaha asal Surabaya, dengan sejumlah orang. (lagi…)

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.

Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Wacana globalisasi mencuat pada tahun 1990 dan sampai saat ini banyak menghiasi kancah intelektual dunia,terutama di barat yang menjadi titik awal wacana ini di gulirkan. Beragam tanggapan penyikapan terhadap globalisasi dari mulai yang pro sampai dengan yang anti terhadap globalisasi. Sampai saat ini globalisasi telah menjadi fenomena keberlangsungan kehidupan manusia,hal ini dapat kita rasakan dampaknya terhadap sendi-sendi kehidupan manusia modern,mulai dari bidang teknologi, Ekonomi, politik dan budaya. Batas-batas teritorial sudah tidak menjadi halangan untuk berkomunikasi dan melakukan interaksi,fenomena perkembangan dunia teknologi yang paling terasa mulai dari boomingnya penggunaan handphone, fenomena situs jejaring sosial ( facebook, twitter, friendster dll ) menjadi fakta sejarah akan dampak globalisasi. Tidak hanya pada aspek teknologi komunikasi dan informasi saja akan tetapi menjamurnya perusahaan multinasional dan maraknya perusahaan asing di negeri kita itu juga termasuk dampak dari globalisasi. (lagi…)

MOMENTUM INDONESIA MERETAS POLITIK PERADABAN
(Merumuskan Peran Strategis Pemuda)*

Oleh: Syamsudin Kadir/085 320 230 299
(Ketua KAMMI Wilayah Jawa Barat, Bidang Kaderisasi periode 2008-2010)

“Setiap potongan zaman mempunyai pahlawannya masing-masing.
Mereka adalah putra-putri terbaik yang dilahirkan pada potongan zamannya.
Mereka terpilih dari generasi mereka masing-masing, karena mereka adalah pemegang saham terbesar dari peristiwa-peristiwa kepahlawanan yang terjadi pada potongan zaman kehidupan mereka. Mereka juga merupakan suatu generasi sebagai akar kesinambungan sejarah sebuah generasi bahkan bangsa.Kadang juga merupakan fenomena yang bersifat diskuntinyu” (lagi…)

Pendidikan adalah pilar penting dalam pembangunan sebuah daerah,karena salah satu parameter untuk mengukur kemajuan sebuah negara adalah pendidikan,karena dengan pendidikan di harapkan akan melahirkan manusia yang berkualitas dan berperadaban,di sini peran pemerintah sangat signifikan untuk merubah wajah pendidikan. Pada kesempatan kali ini saya mencoba melihat sejauhmana keinginan pemerintah untuk melakukan perubahan pada sektor pendidikan khususnya di provinsi jawa barat

Data dan fakta pendidikan jawa barat dapat kita lihat dalam anggaran provinsi jawa barat, mengapa bisa melihat dari anggaran? Karena anggaran adalah ekspresi dari sebuah kebijakan pemerintah dan legislatif. Dari sinilah kita akan bisa melihat apakah pemerintah berpihak kepada rakyat atau tidak. Pada kesempatan hari ini saya akan mulai untuk melihat dan meneropong wajah pendidikan jawa barat ini dari sisi penjabaran visi misi gubernur terpilih yang terkap dalam RPJMD ( rencana pembangunan jangka menengah daerah ). Dalam RPJMD di tuliskan visi kepala daerah “Tercapainya Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri, Dinamis, dan Sejahtera”. Dari visi ini kemudian direncanakanlah program prioritas pada bidang pendidikan yaitu Peningkatan angka melek huruf (AMH) dan rata-rata lama sekolah (RLS) melalui upaya Jawa Barat Bebas Putus Jenjang Pendidikan, melalui penuntasan wajib belajar sembilan tahun dan dimulainya rintisan Wajib Belajar Dua Belas Tahun di kota-kota terpilih. (lagi…)

Halaman Berikutnya »