“membangun” Gerakan Ibu sehat Indonesia (GISI )

Posted in artikel, Pemikiran on Agustus 10, 2011 by andriyana

“membangun” Gerakan Ibu sehat Indonesia (GISI )

Krisis yang melanda bangsa di dasawarsa terakhir menimbulkan banyak persoalan untuk bangsa ini. Gelombang krisis menyapu hampir ke seluruh sendi kehidupan,dari mulai melonjaknya pengangguran di sebabkan oleh PHK,anak putus sekolah,KDRT dan lain sebagainya yang di sebabkan oleh krisis yang melanda bangsa ini.

Diantara efek dari krisis yang menimpa bangsa ini adalah kurang terperhatikannya kondisi para ibu di indonesia. Angka kematian ibu melahirkan yang begitu luar biasa besar tercatat dengan jelas. Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2006 – 2007  angka kematian ibu di Indonesia adalah 244 per 100.000 kelahiran hidup, dan pada tahun 2008 menjadi 235 per100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan laporan dari Human Development Index (HDI) pada tahun 2006 peringkat AKI untuk kawasan ASEAN, Singapura (24), Brunei Darusalam (32),Malaysia (61), Thailand (76) Philipina (77) dan Indonesia berada pada peringkat terendah yaitu (108). Angka Kematian IBU ( AKI ) yang tinggi menunjukkan kualitas hidup perempuan masih rendah. Hal ini pada akhirnya akan mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia secara umum. Yang padahal ketika kita menyelamatkan satu orang ibu, maka kita sama dengan menyelamatkan satu generasi bangsa ini. Sehingga untuk bisa menciptakan sumberdaya manusia unggul di negeri ini harus di mulai dengan menyiapkan para ibu-ibu yang sehat dan kompetitif. Baca selebihnya »

Kajian singkat Anggaran Pendidikan Jawa Barat

Posted in arikel politik on Mei 29, 2011 by andriyana

Oleh : Andriyans Elqassam S.T ( Ketua Umum KAMMI JABAR  2008-2010 / Pegiat PATTIRO JABAR )

Latar Belakang

Otonomi daerah diatur dalam Peraturan perundang-undangan tertinggi yaitu UUD 45,  pasal 18 ayat 2 “Pemerintah daerah propinsi, daerah Kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus menurut urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan”, dan pada pasal 18A ayat 2 “ Hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan Undang-Undang”, yang kemudian muncul peraturan di bawahnya yaitu UU 22 tahun 1999 yang kemudian diganti UU 32 tahun 2004.

Otonomi daerah pun berimbas kepada pembagian kewenangan dalam masalah pengelolaan pendidikan,dalam PP no 38 tahun 2007 dalam lampiran A diatur urusan pemerintahan bidang pendidikan. Setiap organisasi pemerintahan dari tingkat pusat,propinsi dan kota/kabupaten memiliki bagian urusannya masing-masing. Dalam konteks pemerintahan di tingkat propinsi lebih banyak kepada penetapan kebijakan,koordinasi dan perencanaan strategis. Baca selebihnya »

Anatomi Politik NII: Dulu dan Kini

Posted in arikel politik on Mei 26, 2011 by andriyana
Anatomi Politik NII: Dulu dan Kini

Ahmad Rizky Mardhatillah Umar

rizky_mardhatillah@yahoo.co.id

 Beberapa waktu lalu, isu Negara Islam Indonesia mencuat. Rupa-rupanya, pemerintah mulai kebakaran jenggot setelah banyaknya aktivitas penculikan mahasiswa merebak di berbagai daerah. Tak tanggung-tanggung, kampus-kampus negeri yang menjadi lahan perekrutan gerakan bawah tanah ini.

Sebetulnya, NII bukan issue baru. Terlepas dari keberadaan gerakan yang sejak era 1970-an dinilai sudah membubarkan diri ini, aktivitas NII sebetulnya telah terjadi sejak lama. Pada tahun 2007, kalau tidak salah, isu ini sempat berkembang di Jakarta. Di Yogya sendiri aktivitas mereka terpantau dengan berbagai modus pergerakan sebelum 2011. Baca selebihnya »

Seputar Retorika

Posted in arikel politik on Mei 23, 2011 by andriyana

Retorika (dari bahasa Yunani ῥήτωρ, rhêtôr, orator, teacher) adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo), awalnya Aristoteles mencetuskan dalam sebuah dialog sebelum The Rhetoric dengan judul ‘Grullos’ atau Plato menulis dalam Gorgias, secara umum ialah seni manipulatif atau teknik persuasi politik yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, persuader dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, keprcayaan dan pengharapan mereka. Ini yang dikatakan Kenneth Burke (1969) sebagai konsubstansialitas dengan penggunaan media oral atau tertulis, bagaimanapun, definisi dari retorika telah berkembang jauh sejak retorika naik sebagai bahan studi di universitas. Dengan ini, ada perbedaan antara retorika klasik (dengan definisi yang sudah disebutkan diatas) dan praktek kontemporer dari retorika yang termasuk analisa atas teks tertulis dan visual. Baca selebihnya »

Membentuk Lapis Inteligensia Muslim-Negarawan

Posted in Pemikiran on Mei 16, 2011 by andriyana

Oleh: Kartika Nurrahman dan Muhammad Hasanudin  *) Ketua Kammi Komsat UGM 2007/2008 dan 2008/2009

Memasuki dekade kedua kelahiran KAMMI di negeri pertiwi Indonesia ini, organisasi ini tentunya sudah tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Dari semenjak kelahirannya yang menyejarah, KAMMI telah berperan penting dalam pembangunan negeri ini. Perlahan namun pasti, KAMMI bergerak dari organisasi kecil menjadi salah satu organisasi besar di negeri ini. Dari gerakan aksi menjelma menjadi organisasi massa yang besar, dan dari gerakan responsif menjadi sebuah gerakan yang terorganisir, terstruktur dan tertata rapi. Organisasi ini telah tersebar ke berbagai penjuru Indonesia dengan ratusan komisariat di universitas-universitas negeri maupun swasta dan  puluhan KAMMI Daerah di wilayah atau kota di Indonesia dengan jumlah kader yang mencapai ribuan orang.

Pasca Reformasi ’98 sangat disadari bahwa kondisi Indonesia masih belum membaik sesuai dengan harapan dan cita-cita Reformasi. KAMMI yang mengaku sebagai salah satu elemen penggerak Reformasi tentunya masih memiliki tanggung jawab untuk menuntaskan cita-cita Reformasi yang dulu dicetuskan. Karena itu, organisasi ini tidak mungkin berhenti di tengah jalan. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dan KAMMI apapun kondisinya akan tetap terus berada di garda depan perbaikan kondisi negeri Indonesia yang tercinta ini. Baca selebihnya »

Tafsir Muslim Negarawan

Posted in Pemikiran on Mei 16, 2011 by andriyana

TAFSIR RESMI
“MUSLIM NEGARAWAN”

Lokakarya Departemen Kaderisasi akhir Desember tahun 2005 dan awal 2006 atau lebih tepatnya pada tanggal 1 Muharam 1427 H yang diselenggarakan di Situ Gunung Sukabumi menyepakati rumusan profil ideal kader KAMMI, yakni mewujudkan kader Muslim Negarawan. Profil Muslim Negarawan ini adalah interpretasi dari sosok ‘Pemimpin Masa Depan yang Tangguh’ sebagaimana termaktub dalam Visi KAMMI. Pemimpin yang tangguh seperti apa yang ingin diwujudkan oleh KAMMI belum ada tafsir resminya sehingga wajar kemudian yang berkembang justru masing-masing menafsirkan sendiri-sendiri. Pentingnya tafsir resmi ini agar KAMMI memiliki patokan dasar dalam mengimplementasikan konsep yang diinginkan gerakan. Dengan memiliki patokan dasar yang resmi maka mengevaluasi hasil-hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan secara kolektif bahkan dapat diukur pencapaiannya. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.