114161897l.jpg

Pada hari sabtu 7 april 2007 kota bandung di sibukan oleh kedatangan orang nomor 2 di Indonesia yaitu Mr Jusuf kalla yang dating ke kampus ITB untuk mengisi kuliah umum untuk mahasiswa S2. kampus begitu riuh ramay dengan berbagai aktivitas tetapi tidak sebagaimana biasanya,kini kampus ITB di sibukan oleh aktivitas ratusan Polisi dan TNI serta aparat keamanan kampus dalam mengawal kedatangan wapres ini. Begitu berlebihan ketika kita lihat seorang pemimpin datang ke sebuah tempat berbeda sekali ketika dulu zaman para sahabat, seorang umar bin Khatab saja tidak pernah di kawal padahal dia seorag amirul mukminin,sangat berbeda memang. Terlebih pada waktu itu hanya dengan alasan Wapres datang, puluhan orang mahasiswa mesti mengikuti ujian tengah semester di halaman mesjid salman,karena tidak boleh masuk,kampus di sterilkan dari mahasiswa kebanyakan. Di saat yang bersamaan terjadi Demonstrasi yang cukup besar pada waktu itu,saya dari KAMDA bandung beserta kawan – kawan BEM Bandung raya dan FSLDK Bandung raya sedang melakukan aksi untuk menyatakan kekecewaannya terhadap MR. Jusuf kalla. Banyak sekali kekecewaan yang di rasakan oleh kawan-kawan mahasiswa. Saya melihat bahwa Pemeritnahan SBY-Kalla telah Gagal dalam mensejahterakan rakyat Indonesia. Pada waktu itu saya sebagai perwakilan KAMDA Bandung bersama dengan Presiden KM ITB,Presiden KEMA Unpad,UPI,dan STTTelkom. Dipersilahkan untuk menyampaikan langsung walaupun dengan prosedur yang sangat ketat, mulai dari penjagaan, pemeriksaan pakaian dan juga statement kami bersama sempat diambil oleh paspamres pada waktu itu, untuk di periksa, sempat terjadi ketegangan antara saya dengan pas pamres yang memiliki pangkat Brigjend, karena dia mengambil raport merah yang saya bawa untuk di serahkan kepada Jusuf kalla. Setelah melewati prosedur yang sangat panjang kami pun bertemu dengan jusuf kalla. Ada beberapa indicator yang menujukan bahwa SBY-JK telah gagal , beberapa hal yang kami sampaikan kepada Wapres,antara lain:

  1. Sejahterakan rakyat Indonesia kalau kita lihat tingkat kemiskinan bangsa Indonesia yang terus meningkat apalagi kalau kita menggunakan standar internasional dalam mengukur tingkat kemisinan yaitu dengan pendapatan masyarakat 2 dollar perhari, maka akan tercatat 100 juta orang lebih berada dalam garis kemiskinan,ini adalah hal yang sangat menggelitik di tengah limpah ruah sumber daya alam indonesia tetapi masyarakatnya tidak kunjung sejahtera
  2. Amanat Undang-Undang yang menyatakan anggaran pendidikan 20 % sampai sekarang belum terealisasikan dengan betul, dengan alasan kalau kita menaikan anggaran pendidikan maka mesti menurunkan subsidi terhadap rakyat,yaitu dengan menaikan BBM. Ini sangat mengecewakan bagi saya, seharusnya seorang pemimpin berfikir besar dalam masalah ini bukan berfikir layaknya seorang pengusaha yang menjual sesuatu kepada konsumennya,rakyat Indonesia bukan konsumen tapi raja yang mesti di penuhi kebutahannya dan pemimpin adalah pelayan bagi rakyatnya.
  3. Dukungan Indonesia pada resolusi PBB no 1747 adalah bentuk ketidak konsistenan pemerintah sekaligus melanggar Politik Luar negeri bebas aktif. Jusuf kalla berpendapat dukungan ini justru untuk membantu palestina dan timur tengah dengan memasukan usulan kepada DK PBB bahwa TIMTENG mesti bebas nuklir termasuk Israel yang telah memiliki 32 lebih senjata berhulu ledak nuklir. Kemudian saya berfikir memangnya Indonesia punya Bargaining apa terhadap Israel yang begitu berani untuk melarang Israel untuk menghentikan pengadaan senjata berhulu ledak nuklir. Saya tidak yakin kalau Israel dapat mematuhi resolusi itu. Barkali-kali perjanjian telah di sepakati namun kemudian Israel melanggarnya. Melanggar perjanjian adalah tabiat yang telah di gariskan dalam al-quran untuk oran-orang yahudi.
  4. saya beserta kawan-kawan yang lain menuntut kepada jusuf kalla dan sby untuk meninjau kembali RUU Penanaman Modal Asing yang telah disahkan. Ini sangat menghawatirkan rakyat Indonesia. Bangsa ini tengah di obral untuk di jarah oleh pihak luar, untuk dieksploitasi secara besar-besaran. Kalau kita lihat degan berdirinya PT Freeport,exon mobile dan perusahaan asing di Indonesai sampai sekarang rakyat kecil tidak pernah merasakan itu semua, kita akan membangun Negara ini dengan apa? kalua aset-aset negara di jual kepada pihak asing,indosat adalah salah satu contoh yang dapat kita lihat dengan jelas.
  5. Hentikan Impor beras adalah salah satu tuntutan kami pada waktu itu. dengan mengimpor beras maka yang di rugikan adalah para petani yang harga gabahnya turun ketika dia panen di tambah lagi BULOG tidak mau membeli langsung dari petani tetapi mesti melewati Cukong yang telah ada lisensi dari bulog, bertambah lagi deretan penderitaan rakyat kecil.
  6. janji 100 hari untuk menyelasaikan kasus korupsi di Indonesia masih belum jelas. Pemerintah masih tebang pilih dalam menyelesaikan kasus korupsi. Malahan kalau kita lihat penyelesaian kasus korupsi malah di jadikan alat politik dalam menjatuhkan rival politiknya, ini sangat mengerikan kalau kita lihat. Bangsa sebesar ini begitu carut – marut
  7. Permasalahan transportasi jadi sorotan kami, karena begitu banyak terjadi kasus kecelakaan transportasi di negeri kita dari mulai pesawat jatuh, kapal laut terbakar,kereta api anjlok dan lain sebagainya menambah deretan catatan kelam bangsa ini di masa pemerintahan SBY-JK ini
  8. Penanggulangan bencana yang sampai sekarang belum selesai,penanggulangan aceh, penanggulangan bencana jogja,pangandaran dan banyak lagi.sampai-sampai saya kemudian berfikir apakah pemerintahan SBY-JK ini tidak di ridhoi oleh allah. Soalnya begitu banyak bencana yang menimpa bangsa ini semenjak di pimpin oleh SBY-JK.
  9. hapus dana 3,8 M untuk penyelesaian masalah Lumpur lapindo dari APBN 2007. permasalahan lapindo sampai sekarang belum jelas. Ada sebuah kong kalikong antara pemerintah dengan pemilik lapindo barantas yang nota bene adalah menkokestra kita yaitu abu rizal bakrie, pertanyaan yang mendasar saya adalah mengapa mesti pemerintah yang harus menanggung itu semua,kenapa uang rakyat yang harus di gunakan bukan uang dari lapindo brantas. Bencana ini jelas-jelas adalah kelalaian dari pihat lapindo sendiri.

dari semua tututan yang kami sampaikan kepada wapres pada waktu itu, semua pernyataan kami beserta tuntutannya di jawab dengan retoris. Tidak ada pemecahan masalah yang konkrit dalam menyelesaikan permasalahan bangsa sekarang ini. Kekecewaan yang besar ini juga di rasakan oleh kawan-kawan yang sedang aksi di luar, tidak ada solusi konkrit untuk bangsa ini dari orang sekelas wapres.