BANDUNG (SINDO) – Pemilihan presiden (pilpres) masih setahun lagi,tapi upaya penjajakan calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) mulai giat dilakukan.

Yang terbaru,dari Bandung,Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad mengaku siap jika mendapat tawaran disandingkan dengan capres Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009 nanti. Sementara Partai Demokrat mengaku sudah mengantongi sembilan nama cawapres yang akan mendampingi capres Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya,DPP PDIP yang akan mengusung Megawati sebagai capres sudah berulang kali menyebut nama gubernur di Sumatera,Jawa,dan Sulawesi yang layak menjadi cawapres.Gubernur yang disebut-sebut itu antara lain Gamawan Fauzi (Sumatera Barat), Sri Sultan Hamengku Buwono X (DIY),dan Fadel Muhammad (Gorontalo). ”Jika ada parpol yang mengusung saya untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia,saya siap,”ujar Fadel di Bandung kemarin.

Meski demikian, Fadel mengaku belum sepenuhnya memberikan pernyataan resmi mengenai perhelatan akbar pada 2009 nanti.Dia menyatakan masih ingin menjalankan tugas sebagai Gubernur Gorontalo dan kader Partai Golkar. ”Selama tiga hari ini, saya sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa partai, di antaranya PDIP,PAN, dan Hanura.

Semalam,saya bahkan diminta datang oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk deklarasi, tetapi saya tidak datang,”tutur Fadel. Dalam kunjungan ke Bandung tersebut,Fadel terlihat dekat dengan salah satu sosok kepercayaan Megawati Soekarnoputri, Ari Junaedi. Namun, Ari menolak saat disinggung bahwa kunjungan Fadel ke Bandung merupakan tes popularitas untuk mendampingi Megawati dalam Pilpres 2009 mendatang.

”Fadel ke sini bukan untuk kampanye atau tes popularitas. Beliau mengisi seminar di Unpad tentang Ketahanan Pangan dan kebetulan saja saya lagi berada di Bandung,tentunya harus didampingi,”ujar Ari. Meski demikian,Ari tidak menampik bahwa komunikasi politik antara Fadel dan Megawati belakangan ini sangat intensif.Keduanya bahkan sering bertemu.

Namun, lanjut Ari, jika ditanya apakah Fadel akan mendampingi Megawati dalam pilpres, hal itu belum ditentukan. ”Mungkin saja Fadel akan mendampingi Ibu (Mega) dalam pilpres karena dia salah satu orang yang terjaring dalam survei internal PDIP.Namun,hal itu belum ditentukan,”ungkap Ari. Ari juga mengaku bahwa Megawati cukup percaya dengan kemampuan FadelSalah satu alasannya, Fadel merupakan gubernur yang berhasil dalam memimpin daerahnya. Sementara Fadel juga mengakui dirinya pernah berkomunikasi dengan PDIP, selain parpol lain. ”Saya ini berkomunikasi dengan PDIP pernah. Namun, ketika ditanya apakah siap mencalonkan, saya belum menjawab,” ungkap Fadel.

Ketua DPP PDIP Panda Nababan menyatakan,Fadel bisa saja masuk ke dalam bursa cawapres untuk mendampingi Megawati.Hanya saja, semuanya harus melalui penjaringan yang dilakukan DPD PDIP. ”Kalau DPD PDIP Gorontalo merekomendasikan Fadel, tentunya nama itu akan masuk ke dalam penjaringan kita dan akan kita godok pada rakernas di Solo pada Oktober nanti,”paparnya.

Sembilan Pendamping SBY

Sementara itu, Partai Demokrat (PD) mengaku sudah melirik sembilan nama cawapres untuk digandengkan dengan capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2009.

Fungsionaris DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, empat dari sembilan cawapres yang akan disandingkan dengan SBY berasal dari Partai Golkar. ”Ketua DPP Partai Golkar Jusuf Kalla masuk dalam daftar bidikan cawapres tersebut,” ujar Ruhut Sitompul di VIP Room Bandara Polonia kemarin.

Selain Jusuf Kalla, politikus Partai Golkar lain yang ikut dibidik adalah Aburizal Bakrie,Akbar Tandjung, dan Surya Paloh. Sementara bidikan lain adalah Ketua KPK Antasari Azhar,Hidayat Nur Wahid, dan Yusril Ihza Mahendra. Menurut Ruhut, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto tidak masuk di dalam daftar cawapres PD. Kedatangan Ruhut ke Sumut dalam rangka konsolidasi partai.

Dia mengaku ditugaskan keliling ke-33 provinsi untuk menggalang dukungan kepada SBY pada Pilpres 2009 nanti. Ruhut yang didampingi Ketua DPP PD Jonny Allen Marbun dan Ketua Umum DPD PD Sumut Palar Nainggolan mengakui, basis massa PD berada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.Adapun Sumut merupakan salah satu daerah yang menjadi target penting untuk memenangi pemilu.

”Polling masyarakat masih memilih SBY. Selain itu, dari 34 partai yang akan ikut Pemilu 2009, hampir setengahnya mendukung dan meminta SBY menjadi presiden. Jadi, saya optimistis SBY masih akan menang pada pilpres nanti,”ujar Ruhut. Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Palar Nainggolan yakin, dukungan masyarakat Sumut kepada PD akan meningkat dibandingkan pada Pilpres 2004 lalu.

Dia juga mengatakan, masyarakat tidak hanya memandang Partai Demokrat dari sisi ketokohan SBY. Dalam analisis Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari,Fadel tertarik untuk mendampingi Megawati lantaran menilai PDIP saat ini merupakan partai terpopuler yang terus melakukan penggalangan massa.Selain itu,dia menduga,Fadel berpikir bahwa Megawati membutuhkan sosok pendamping dari luar Jawa untuk mendongkrak suaranya. ”Atau bisa juga Fadel memilih PDIP karena menyadari dirinya harus antre bila ingin maju menjadi cawapres dari Golkar.Ibaratnya,kalaupun maju dari Golkar,dirinya bukan prioritas,”ujar Qodari kepada SINDO tadi malam.

Kendati demikian,Qodari menyatakan kecil kemungkinan Megawati melirik Fadel sebagai pendampingnya. Sebab,Fadel tidak cukup populer secara luas. Fadel mungkin hanya populer di Gorontalo. ”Jadi, saya rasa sulit bagi Mega untuk memilihnya (Fadel),”katanya.