Program ‘bersih-bersih’ penjara terus berlanjut. Semalam, Rio Martil, terpidana mati kasus pembunuhan, ‘dikembalikan dengan paksa’ ke tangan Tuhan. Masih ‘mengantri’ sekitar 40 napi, termasuk 19 warga Nigeria yang divonis mati karena narkoba.

Di tengah pro-kontra hukuman mati, intensitas penyakit sosial di masyarakat memang semakin parah. Seorang perampok tidak lagi mengancam korban, melainkan langsung membunuhnya terlebih dahulu tanpa mengutarakan maksudnya untuk menguasai harta. Politisi korup yang terekam di kamera TV tengah digelandang ke pengadilan pun sering tampak tengah tersenyum. Terorisme merajalela, bahkan dalam kasus Amrozi cs. mereka begitu yakin bahwa pemboman yang mereka lakukan adalah ‘sudah semestinya‘, dan ‘perjuangannya‘ mendapat imbalan ‘kavling di surga‘. (lagi…)