Profil Pendidikan Jawa Barat di lihat dari APK ( angka partisipasi Kasar) dan APM ( Angka Parisipasi Murni )

di tulis oleh : Andriyana ST

( Ketua KAMMI Wilayah Jawa Barat 2008-2010)

Penduduk jabar pada tahun 2007 mencapai 41.483.729 jiwa (18,16% dari total penduduk Indonesia) dengan jumlah rata-rata lama sekolah ( RLS ) penduduk jawa barat adalah 7,8 tahun (data BPS 2007) artinya rata-rata lama sekolah penduduk jawa barat baru sampai pada kelas 1 SMP.

Jawa Barat pada prosentase Angka Partisipasi Murni (APM) Sekolah Dasar (SD) sudah mencapai 96,65 % (sudah berada di atas standar nasional), namun jika melihat secara prosentase Angka Partisipasi Murni pada setiap kabupaten/kota, terdapat 8 kabupaten yang Angka Partisipasi Murni (APM) untuk SD di bawah standar nasional, seperti :

  1. Kabupaten Karawang 94,74%
  2. kabupaten Sukabumi 94,59%
  3. Kabupaten Subang 94,27%
  4. Kabupaten Tasikmalaya 94,02 %
  5. Kabupaten Bandung 93,7%
  6. Kabupaten Indramayu 93,42%
  7. Kabupaten Cirebon 93,25%
  8. Kabupaten Kuningan 93,23%

apm sd

Sementara pada Angka Partisipasi Murni (APM) Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 67,21 % .Sedangkan Angka Partisipasi Kasar ( APK ) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sebesar 88,9% (dibawah standar nasional sebesar 95 %) dan Jawa Barat berada di urutan ke-18 dari provinsi lain, sebagaimana data dibawah.

apk_smp

(Data Rancangan RPJMD 2008)

Jika dilihat prosentase ditiap kabupaten/kota di Jawa Barat, ada 14 kabupaten/kota yang APK SMP-nya masih dibawah rata-rata standar target nasional 95% seperti :

  1. Kabupaten Ciamis 94,73%
  2. Kabupaten Kuningan 91,51%
  3. Kabupaten Majalengka 90,96%
  4. Kabupaten Subang 88,02%
  5. Kabupaten Tasikmalaya 85,84%
  6. Kabupaten Karawang 84,46%
  7. Kabupaten Bekasi 84,17%
  8. Kabupaten Garut 83,91
  9. Kabupaten Bandung 83,05%
  10. Kabupaten Cirebon 81,71%
  11. Kabupaten Bogor 80,75%
  12. Kabupaten Indramayu 79,89%
  13. Kabupaten Sukabumi 75,96%
  14. Kabupaten Cianjur 70,53%

Pada prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) Sekolah Menengah Atas. Jawa Barat berada di urutan 28 di antara provinsi di Indonesia prosentasenya hanya mencapai 51 % (berada di bawah standar nasional sebesar 68,02%). Kondisi ini dikarenakan masih ada 16 kabupaten/kota yang prosentase APK nya di bawah standar nasional.

apk_sma

Di samping ketertinggalan dalam pencapaian APK dan APM , masih terdapat kesenjangan antara penduduk yang tinggal di perkotaan dan perdesaan, antara penduduk laki-laki dan perempuan, dan antara penduduk kaya dan miskin. Secara umum, kesenjangan di ketiga area tersebut relatif kecil untuk tingkat SD, namun cenderung semakin tinggi tingkat pendidikan semakin tinggi juga kesenjangannya. Kesenjangan paling mencolok terjadi antara penduduk kaya dan penduduk miskin. Untuk tingkat SMA/SMK/MA, hanya 26,74% siswa termiskin (kuartil 1) berbanding 65,03% untuk siswa terkaya (kuartil 5). Demikian halnya untuk tingkat perguruan tinggi yang hanya 1,91% dari mahasiswa seperlima termiskin (kuartil 1) yang berbanding 24,69% berasal dari mahasiswa terkaya (kuartil 5). Pencapaian pendidikan yang rendah ini mengindikasikan bahwa kualitas SDM Jawa Barat masih harus ditingkatkan secara terus-menerus.