obama-boongan

Jakarta – Dari 800 lebih halaman di buku Membongkar Kegagalan CIA karya Tim Weiner, wartawan The New York Times yang pernah meraih Pulitzer, cerita soal Indonesia hanya makan 5 halaman saja, dimulai pada halaman 329. Meski sekelumit, namun pengakuan perwira CIA bahwa Adam Malik adalah agen CIA menggegerkan Tanah Air.

“Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik,” ujar Clyde McAvoy, perwira CIA itu, dalam sebuah wawancara pada tahun 2005. McAvoy bertemu dengan Adam Malik di sebuah tempat rahasia dan aman di Jakarta pada 1964. (lagi…)

Jakarta – Menjelang pelaksanaan Pilpres 2009, nama Kapolri Jenderal Pol Sutanto makin moncer. Apalagi, Partai Keadilan Sejahtera menyebutnya sebagai salah satu figur yang layak maju sebagai calon presiden. PKS melirik Sutanto?

Bukan sekali-dua, PKS memuji Sutanto. Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PKS, Muhammad Razikun pernah memprediksi peluang Sutanto masuk penjaringan 100 calon pemimpin. Wakil Ketua Umum PKS, Al Muzammil Yusuf, bahkan menyebut Sutanto sebagai salah satu Kapolri terbaik yang dimiliki Indonesia.

Di mata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, Sutanto juga cukup mampu menjadi pemimpin Indonesia mendatang. “Saya melihat Pak Sutanto itu baik, mempuyai kapasitas dan visioner,” ujarnya kepada INILAH.COM, Jumat (12/9).

Inikah tanda PKS bakal menggiring petinggi Polri itu bermain di kancah politik? Belum tentu. Sejauh ini, PKS masih belum mewacanakan siapa calon yang akan digadang dalam kompetisi tahun depan. (lagi…)

Agenda sampingan Safari Ramadan Presiden SBY ke Jawa Timur, sudah tercium analis politik. Yakni, memenangi Pilkada Jatim, Pemilu dan Pilpres 2009. Jelas, akan ada implikasi politik kepada Khofifah Indarparawangsa.

Susilo Bambang Yudhoyono memang tak hanya Safari Ramadhan ke Jatim. Dia melakukan lawatan kerja dengan menjambangi pusat industri, berdialog dengan pengusaha Tionghoa, pesantren dan simpul basis massa Partai Demokrat. SBY juga minta dukungan untuk cagub Partai Demokrat, Soekarwo. Alasannya, agar pembangunan di Jatim berjalan terus pasca kepemimpinan Imam Utomo.

Dengan safari SBY itu, praktis ada tiga tujuan yang hendak dicapai. Pertama, penggalangan dukungan dari kalangan pengusaha Tionghoa dan pribumi bagi Soekarwo. Kedua, pengerahan teamwork SBY untuk membangun simpul-simpul basis massanya. Ketiga, penggalangan bagi pemenangan caleg-caleg Partai Demokrat di parlemen. (lagi…)

Program ‘bersih-bersih’ penjara terus berlanjut. Semalam, Rio Martil, terpidana mati kasus pembunuhan, ‘dikembalikan dengan paksa’ ke tangan Tuhan. Masih ‘mengantri’ sekitar 40 napi, termasuk 19 warga Nigeria yang divonis mati karena narkoba.

Di tengah pro-kontra hukuman mati, intensitas penyakit sosial di masyarakat memang semakin parah. Seorang perampok tidak lagi mengancam korban, melainkan langsung membunuhnya terlebih dahulu tanpa mengutarakan maksudnya untuk menguasai harta. Politisi korup yang terekam di kamera TV tengah digelandang ke pengadilan pun sering tampak tengah tersenyum. Terorisme merajalela, bahkan dalam kasus Amrozi cs. mereka begitu yakin bahwa pemboman yang mereka lakukan adalah ‘sudah semestinya‘, dan ‘perjuangannya‘ mendapat imbalan ‘kavling di surga‘. (lagi…)

jakarta – Soal pemimpin nasional dari kalangan muda memang baru sebatas wacana. Tapi wacana itu banyak mendapat reaksi dari sejumlah tokoh nasional. Bahkan Megawati Soekarnoputri, yang dicalonkan PDIP sebagai capres berang dan langsung menantang Tifatul Sembiring dari PKS, untuk bersaing di Pilpres 2009. Soalnya Presiden PKS tersebut secara terang-terangan meminta tokoh-tokoh lama untuk tidak mencalonkan diri sebagai capres.

Menurut pengamat politik J. Kristiadi, wacana muda dan tua dalam kepemimpinan nasional yang disuarakan kalangan muda merupakan bentuk jalan pintas. “Kalangan muda hanya ingin cepat-cepat menikmati manisnya kekuasaan. Tanpa harus melewati jalur-jalur yang ada,” ujarnya

menambahkan, saat ini banyak kalangan muda yang terlanjur masuk di dalam iklim politik yang pragmatis. Sehingga, kata Kristiadi, mereka melihat dengan mudahnya bisa menduduki kekuasaan tanpa harus bersusah-susah. “Misalnya mereka sering beriklan di sejumlah media seperti selebriti. Padahal kemampuan dan kualitasnya belum ada apa-apanya,” imbuhnya. (lagi…)

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »